Jumat, 30 November 2012

Penyebab Hawa Nafsu

Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarkaatuhu. Penyebab hawa nafsu semakin liar, buas & sangat sulit dikendalikan, 1. Lemahnya iman kepada ALLAH, padahal ALLAH selalu MEMPERHATIKANnya & lemahnya iman akan HARI PEMBALASAN di AKHIRAT kelak, 2. Jahil, kurangnya pemahaman ILMU ALQUR'AN & AS SUNNAH, 3. Mind setnya, "aku tidak bisa tenang kecuali terpuaskan seleraku", 4. Menyia nyiakan kesempatan, "Kalaupun gue berdosa kan masih ada waktu untuk bertaubat", 5. Yang pasti terus MEMPERTURUTKANNYA, maka nafsunyapun semakin jadi, 6. Bergaulnya sesama hedonis pengumbar nafsu juga, "all free and be free", 7. Makan minum dari yang haram, baik zatnya maupun cara mencarinya, masuk ke tubuh menjadi energi nafsu lagi, 8. Menjauh dari ulama, orang sholeh & majlis kebaikan, 9. Yg pasti tdk ada keinginan kuat untuk hijrah, maka jadilah seperti hewan, "Kami ingin muliakan mereka dengan PETUNJUKKAN kami, tetapi mereka lebih suka menuruti hawa nafsu mereka & lebih mencintai dunia, maka mereka pun seperti anjing, dinasehati atau tidak, mereka tetap tidak peduli & terus menjulurkan lidahnya..."(QS 7:176). "Allahumma Ya ALLAH selamatkan kami dari kelemahan iman, kebodohan & keinginan nafsu ma'siyat...aamiin".

Selasa, 16 Oktober 2012

Kriteria Suami Sholeh

Sahabatku inilah diantara kriteria Suami Sholeh, 1. Imam teladan dalam ketaqwaan, bukan hanya dicintai tetapi dihormati & ditaati oleh istri & anak anak, 2. Sangat kuat ibadahnya, seperti selalu berjamaah di mesjd, membangunkan keluarganya untuk sholat malam, tadabburul Qur'an, dhuha dan sebagainya, 3. Guru bagi keluarga, menjadwalkan serius & rutin untuk pembinaan keluarganya, 4. Mencukupkan keluarganya dengan rizki yang halal, 5. Berak
ahlak mulia, penuh kasih sayang, rendah hati & mesra, "Gaulilah keluargamu dengan akhlak mulia " (QS 4:19). Rasulullah bersabda, "Sebaik baik kalian yang bersikap terbaik pada keluarga kalian, & aku adalah bersikap terbaik pada keluargaku", 5. Meringankan beban istri, seperti Rasulullah menjahit pakaian sendiri, memperbaiki sepatu sendiri & memerah susu sendiri, 6. Mendengar & menghargai pendapat istrinya, 7. Memanggil istri dengan panggilan manja, "Duhai bidadariku dunia akhirat", 8. Tidak malu minta maaf kalau memang salah, 9. Membentengi keberkahan keluarga dengan sedekah & mengasuh yatim, 10. Mempersiapkan anak-anaknya untuk menjadi generasi Pewaris para Nabi, 11. Sering memberi ciuman & hadiah kejutan, 12. Mengajak klrg duduk di Majlis Ilmu & bershilturrahm dengan ulama, 13. Kuat doanya untuk keluarga & umat Rasulullah. "Duhai Robb kami, anugerahkanlah kami isteri & keturunan kami sebagai penyenang hati kami & jadikanlah kami imam bagi org yang bertakwa” (QS 25:74)

Selasa, 09 Oktober 2012

ketika umurku 14 tahun

SubhanAllah sahabatku, kuteringat nasehat guruku seusai sholat dhuha di mesjid Pesantren Darunnajah Kebayoran Lama, waktu itu kelas 2 Tsanawiyah, umurku 14 tahun, "Nak selama kalian jaga malam dg tahajjud dan siang kalian jaga dengan sholat dhuha "maa wadddaaka Robbuka"....Sungguh Allah tidak akan tinggalkan kalian, Allah jaga kalian siang malam sebagaimana kalian menjaga hubungan dengan Allah siang malam". Nasehat ini sangat membekas & kini kujaga. Insya Allah subuh kamis hari ini 04 30 "Indahnya Hidup dalam Islam" di TVRI dan nanti malam di Jalan Konveksi Rowosari Ulujami Pemalang Jawa Tengah. "Semoga persahabatan & sisa umur kita senantiasa dalam berkah Allah...aamiin".

Segala Ciptaan & Semua Peristiwa ALLAH Putuskan Dengan Asmaul Husna

Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarkaatuhu. Ingat sahabatku, segala ciptaan & semua peristiwa ALLAH putuskan dengan "AR ROHMAAN & AR RAHIIM" RAHMATNYA, "AL ALIIM" ILMUNYA, & "ALHAKIIM" KEBIJAKANNYA, berarti setiap kejadian selalu penuh dengan rahmat & hikmahNYA, "blessing in disguese" & tidak akan bisa dibaca oleh mereka yang panik "alkuflu" hati tertutup emosi karena tidak rela dengan musibah. Karena itu
Rasulullah mengajarkan doa bila musibah terjadi, "Ya ALLAH hamba bukan menolak takdirMU, takdirMU adalah takdirMu, berilah kepada hamba KEIKHLASAN, KESABARAN, KETAWAKKALAN, BAIK SANGKA & KECERDASAN menangkap BAHASA HIKMAH dibalik SEGALA TAKDIRMU...aamiin". jadi janganlah putus asa, jangan sedih berkepanjangan, jangan cengeng, jangan minder, jangan buruk sangka lagi & jangan pernah menyerah...BANGKITLAH!, BERTAQWALAH!, DIA janjikan jalan keluar bagi hambaNYA yang BERTAQWA (QS 65:2), ALLAHU AKBAR.

Merenungi Nasehat Rasulullah

Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarkaatuhu. Sebelum rehat malam ini kuajak diriku & kalian sahabatku untuk merenungi nasehat Rasulullah. “Sungguh jika diantara kalian telah wafat, diperlihatkan padanya tempatnya kelak setiap pagi & sore, jika ia penduduk sorga maka diperlihatkan bahwa ia penduduk sorga, jika ia penduduk neraka maka diperlihatkan bahwa ia penduduk neraka, & dikatakan padanya: ini
lah tempatmu. Demikian hingga kau dibangkitkan ALLAH di hari Qiamat” (Shahih Bukhari). Alhamdulillah yg membuat kita bahagia saat ini sebelum tidur di alam kubur, kita masih diberi kesempatan untuk berTAUBAT, berIBADAH, berAMAL SHOLEH & menebarkan kebaikan, sekalipun waktu yang ALLAH berikan terlalu sebentar untuk mengumpulkan bekal selama lamanya di Akhirat kelak. Jangan sia siakan lagi sisa hidup ini sahabatku. Berwudhu, berdoa, berzikirlah sebelum tidur, sebelum wafat husnul khotimah ...insya ALLAH, aamiin.

Minggu, 07 Oktober 2012

Kesungguhan Taubat & Kenikmatan Ta'at

Ustadz, hidupku banyak sial, tidak tenang, sholat tetap kulakukan tetapi malas & hampa, harus mulai dari mana hidupku bisa tenang? Sahabatku, mulailah dengan sungguh-sungguh TAUBAT, jangan ma'siyat lagi karena ma'siyat itu mengundang banyak sial yang cepat, istigfarlah dengan kesungguhan taat. Ali bin Abi Tholib berkata, "Sialmu karena dosa dosamu, dengan taubat & banyak istigfarmu, ALLAH angkat dosa dosamu, maka terangkat pula sialmu". Simaklah Kalam ALLAH ini dengan iman, "MOHON AMPUNAN ALLAH & TAUBATLAH SUNGGUH SUNGGUH, NISCAYA ALLAH MEMBERI KETENANGAN TERUS MENERUS" (QS 11:3). "Allahumma ya ALLAH senang tenangkan hidup kami dengan kesungguhan taubat & kenikmatan taat...aamiin".

Musibah Itu Sebagai Ujian,Bukan Nikmat.

Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarkaatuhu. Sahabatku, kesalahan kita mengangap bahwa hanya musibah sebagai ujian bukan nikmat, jarang kita menganggap sehat, cantik, kaya, jabatan & popularitas itu ujian. Itulah penyebab utama yang membuat kita gagal menghadapi ujian nikmat. "Dan Kami uji kalian dengan musibah & nikmat sebagai sebenar-benarnya ujian" (QS 21:35). Rasulullahpun mengingatkan, "Sungguh yang kutakutan pada umatku adalah ujian nikmat", dalam hadist lain Rasulullah memberitakan gembira untuk umatnya yang beriman, "Ajaib orang beriman itu, selalu sukses, kalau diberi nikmat, ia bersyukur & kalau ditimpa musibah, ia sabar". Almarhumah nenekku berwasiat, "Ingat cucuku, kalau sukses ingat nabi Sulaiman & kalau susah ingat nabi Ayyub", "SubhanALLAH, makasih ya nek". "Semoga ALLAH jadikan kita hambaNYA yg lulus dari ujian2NYA...aamiin".