Rabu, 30 November 2011

Kiat-Kiat Mencegah Sihir

KIAT-KIAT mencegah sihir, guna-guna, kesurupan dan gangguan Jin lainya, 1. "Al iimaanu alamnu" TAUHID yang MURNI dan KUAT, "Mereka yang beriman dan iman mereka tidak bercampur dengan kezholiman (syirik, ma'siyat dan berbuat zholim), maka merekapun diberi ketenangan-keamanan-keselamatan, dan merekalah hamba ALLAH yang meraih HIDAYAH ALLAH" (QS6:82), 2. Sungguh-sungguh memahami ALQUR'AN dan ASSUNAH dan sungguh-sungguh mengamalkannya, “Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaan setan hanyalah atas orang-orang yang menjadikannya sebagai pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan ALLAH" (An Nahl : 99-100), 3. Jangan putus zikir, doa, wudhu, "Berzikirlah kepadaKU, AKUpun berzikir padaMU" (QS2:152), Rasulullah bersabda, "Jagalah hubungan selalu dengan ALLAH, ALLAHpun selalu menjaga hubungan denganMU" ( HR Tirmidzi), 4. Bentengi keluarga dan rumah dengan banyak membaca ALQUR'AN, “Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al Baqarah". 5. Memakan 7 butir kurma Ajwa setiap pagi hari, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma ‘ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu". [HR Bukhari dan Muslim). 6. Jangan buka peluang karna kebodohan dan nafsu yang diperturutkan, ”Sesungguhnya sihir para penyihir itu akan bekerja secara sempurna bila mengenai hati yang lemah, jiwa-jiwa yang penuh dengan syahwat yang selalu bergantung kepada selain ALLAH. Oleh sebab itu, umumnya sihir banyak mengenai para wanita, anak-anak, orang-orang bodoh, orang-orang pedalaman, dan orang-orang yang lemah dalam berpegang teguh kepada SYARIAT (Ibnu Qayyim). 7. Jauhi ajaran bid 'ah, seperti wirid dicampur mantra, ayat-ayat dibaca depan jadi belakang, belakang jadi depan, zikir telanjang, keliling kuburan dengan menyan disertai zikir mantra dan sebagainya. "YA ALLAH LINDUNGI KAMI SEMUA DARI TIPUDAYA SYETAN...AAMIIN.

Sebab-Sebab Kesurupan Jin

SEBAB-SEBAB KESURUPAN JIN :
1. "Hubbul jinni" jin yang cinta kepada manusia,
2. "Dhulmul insiyy liljinniy" kesiram air panas, keinjak, ketabrak, ketembak,
3. "Dhulmuljinny lil insiy" permusuhan abadi,
4. "Intiqom" dendam,
5. "Istikhdhorul insi aljinniy" karna dipanggil dengan mantra / sesajen / dukun / ngilmu ditempat yang dianggap kramat / angker,
6. "Asyaddul ghodbaan" karna terlalu emosional,
7. "Attaiassu" putus asa, prustasi,
8. "Hubbul hayaal" pikiran kosong, suka berkhayal ,
9. "Alwasiilah" menjadi mediator perantara untuk acara tertentu,
10. "Assihru" kena sihir / guna-guna karna lemah imannya,
11. "Abdulljin" mengabdi, berkhodam, kerjasama untuk kekayaan, penglaris, jabatan dan sebagainya, "Sesungguhnya ada laki-lali dari manusia yang bekerjasama, minta tolong perlindungan kepada laki-laki dari bangsa jin, maka bertambahlah kesesatan mereka" (QS Jin ayat 6).

Selasa, 29 November 2011

Mengacuhkan Seruan Allah

ASTAGFIRULLAHAL ADZIM, ampuni hamba dan seluruh kaum muslimin muslimat...setiap subuh ke masjid hati ini perih sekali, "Kemana Umat Islam?, bukankah banyak mesjid di negeri ini?, bukankah umat Islam terbesar di negeri ini?. Hai sahabatku pria mu'min, adzan itu bukan panggilan muadzdzin tetapi PANGGILAN ALLAH kepada kalian yang BERIMAN kepadaNYA (QS 9:18).
Kalau kalian diundang oleh orang paling terhormat, tentu kalian senang sekali, undangan jam 08.00 mungkin jam 07.00 kalian sudah datang. Salahlah perbandingan ini, sekali lagi salahlah perbandingan ini, yang mengundang kalian bukan lagi orang terhormat itu, tetapi DIA ALLAH yang menciptakan orang terhormat itu, yang menciptakan langit dan bumi, yang Menghidupkan dan yang sebentar lagi Mematikan kita, ditanganNYAlah kebahagian semua makhlukNYA, lalu MENGAPA KALIAN TIDAK PENUHI UNDANGANNYA?!, YA ALLAH AMPUNI KAMI...

Senin, 28 November 2011

Kiat-kiat Taubat

MENJAGA semangat TAUBAT:
1. Bertekad untuk TAUBTAN NASHUHAN, "Mereka yang sungguh-sungguh dijalan ALLAH, niscaya ALLAH tunjukkan jalan meraih HIDAYAHNYA" (QS29:69),
2. Selalu doa agar ISTIQOMAH,
3. Baca Alqur'an dan hadist dengan PEMAHAMAN,
4. Duduk di MAJLIS ILMU dan ZIKIR,
5. Jadwalkn rutin untuk berjumpa pada GURU yang ISTIQOMAH,
6. Bersahabat akrab dengan ORANG-ORANG SHOLEH,
7. Sibukkan diri dengan aktifitas IBADAH dan AMAL SHOLEH yang membuat iman selalu terjaga; seperti, tahajjud, berjamaah dimesjid, dhuha, sedekah,selalu menjaga wudhu dan lain-lain,
8. Tidak mendekat pada tempat ma'siyat lagi,
9. Kalau belum kuat iman, hijrah pergaulan saja, kecuali kalau sudah mantab iman, datangilah teman-teman yang masih ma'siyat untuk MENGAJAK mereka BERTAUBAT. "Allahumma ya ALLAH jadikanlah kami sebagai hamba-hambaMU yang sungguh-sungguh bertaubat kepadaMU...aamiin".

Kiat-kiat Taubat

KIAT-KIAT TAUBAT bagian kedua,
5. "Adzdzunubu almatrukah" dosa yang ALLAH tidak ampuni sampai yang dizholiminya memaafkannya, seperti orang dipukul, dihina, difitnah, dipergunjing, kecuali yang dibunuh, maka keluarganya punya Hak hukum, untuk memaafkan atau menuntutnya, kalau tidak dilakukan maka tetap di akhirat akan dibalas,
6, "Iaadatul maal" mengembalikan harta hasil kezholiman kepada yang dizholimi, kalau tidak menjumpainya lagi maka berikan kepad ahli warisnya, kalau tidak ada juga maka sedekahkah sejumlah hasil kezholiman itu, diniatkan atas nama orang yang dizholimi itu, seperti hasil korupsi, menipu, sogokan dan sebagainya, kalau tidak dilakukan ini, Rasulullah mengecamnya, "Sungguh semua hasil kezholimannya akan digantungkan dilehernya walau sekecil jarum",
7. Shalat sunnah taubat adalah shalat yang dianjurkani berdasarkan kesepakatan empat madzhab. “Tidaklah seorang hamba melakukan dosa lalu ia berwudhu, lalu berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at, lalu meminta ampun kepada ALLAH, kecuali ALLAH akan mengampuninya (HR Tirmidji, Abu Daud, Ibnu Majah), kecuali yang berzina, taubatnya mandi dulu,
8. Semuanya dilakukan dengan niat benar-benar ingin KERIDHOAN ALLAH, SUBHANALLAH.

Kiat-kiat Taubat

KIAT-KIAT TAUBAT bagian pertama,
1. "Annadm attaubah" penyesalan atas ma'siyat yang pernah dilakukan bahkan perih hati dan mudah menangis kalau ingat masa lalu,
2. "Al i'tiqod" berjanji bersumpah untuk tidak pernah lagi mengulanginya (QS 3:135), 3. "Dawaamul istigfaar" terus menerus minta ampunan ALLAH, Abu Bakar Ashshiddiq mohon kepada Rasulullah, “Ajarkanlah aku suatu do’a yang bisa aku panjatkan saat munajat", maka Beliau pun berkata, “Bacalah: ‘ALLAHUMMA INNII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIRAN WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA FAGHFIRLII MAGHFIRATAN MIN ‘INDIKA WARHAMNII INNAKA ANTAL GHAFUURUR RAHIIM, "Ya ALLAH, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang byk, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali hanya ENGKAU, maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya ENGKAU Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", (HR Muttafaqun alaihi),
4. "Al iman bimagfirotihi", yakin sepenuh hati bahwa ALLAH MAHA PENGAMPUN dan MAHA MENERIMA TAUBAT, "Katakanlah: “Hai hamba-hambaKU yang malampaui batas dalam perbuatan ma'siyat, janganlah kamu berputus asa dari RAHMAT ALLAH, Sesungguhnya ALLAH mengampuni dosa-dosa SEMUANYA, Sesungguhnya DIA-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS39:53).

Sabtu, 26 November 2011

Adab Safar dalam Sunnah

ADAB SAFAR dalam SUNNAH, luruskan niat untuk mencari RIDHO ALLAH, sehingga perjalananpun tidak sia-sia penuh BERKAH ALLAH, berdoa agar selalu dilindungi ALLAH selama dalam perjalanan dan keluarga yang ditinggalkan, Rasulullah mengajarkan untuk pamit dan mohon doa pada keluarga dan para sahabat, buat wasiat untuk keluarga, sholat sunnah safar dua rakaat, berwudhu selalu, tebarkan salam, jaga kemuliaan akhlak terutama kelembutan tutur kata, kedermawanan dan kerandahan hati, selama perjalanan perbanyak zikir, sholawat, bacaan ayat-ayat Alqur'an, jaga mata dari apa yang ALLAH haramkan, sunnahnya tidak sendirian, memilih imam safar, jadikan perjalanan sebagai safari DAKWAH, SHILATURRAHM dan MUHASABAH diri dan alam, perhatikan semuanya CIPTAAN ALLAH, tidak pernah terjadi tanpa IRADAH dan QUDRAHNYA (QS51:20-21), SUBHANALLAH.